LBH Bali Terkini

Oleh : lbhbali | 19 Januari 2018 | Dibaca : 147 Pengunjung

PLTU: ENERGI KOTOR YANG DIHASILKAN PRODUKSI LISTRIK BATUBARA (HULU DAN HILIR)

Oleh: Khairullah Thofu Pengabdi Bantuan Huk

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 23 Desember 2017 | Dibaca : 427 Pengunjung

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI Gelombang

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 14 Desember 2017 | Dibaca : 107 Pengunjung

JEJAK ROSA PARKS, SANG PAHLAWAN HAK ASASI DI AMERIKA SERIKAT

Catatan Kursus Singkat di Amerika Serikat oleh

Baca Detail

 


View All
Agenda Kegiatan

Oleh : lbhbali | 13 Oktober 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

REVISI UU KPK : AMBAK TUNTUT SIKAP JOKOWI

Aliansi Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMBAK) akan

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

TROTOAR MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS-PEJALAN KAKI

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 oran

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 06 April 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

UPAH MURAH UNTUK BURUH ?

Bali tidak hanya menarik perhatian para wisataw

Baca Detail

 


View All
KALABAHU 2016
Baca Pers Release

PEMBUBARAN DISKUSI DAN PENYERANGAN GEDUNG MERUPAKAN PELANGGARAN HAM DAN DEMOKRASI

Oleh : lbhbali | 20 September 2017 | Dibaca : 110 Pengunjung

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA

 

PEMBUBARAN DISKUSI DAN PENYERANGAN GEDUNG MERUPAKAN PELANGGARAN HAM DAN DEMOKRASI

 

 

Sabtu (16/9) 2017, bertempat di Gedung YLBHI- LBH Jakarta, diadakan seminar yang bertemakan “Pelurusan Sejarah 65”. Diskusi ini merupakan diskusi pelurusan sejarah sebagai upaya awal untuk pemulihan kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) berat di masa lalu.

Tindakan kepolisian yang membubarkan diskusi dengan melakukan pengancaman, penyitaan dan penggeledahan secara illegal di Gedung YLBHI-LBH Jakarta pada Sabtu, 16 September 2017 serta penyerangan massa dalam acara pentas seni bertajuk #AsikAsikAksi pada Minggu, 17 September 2017 di Gedung YLBHI-LBH Jakarta merupakan bentuk pengekangan terhadap kebebasan berekspresi. Di samping pengekangan terhadap kebebasan berekspresi, pembubaran diskusi tersebut adalah pelanggaran terhadap HAM dan Konstitusi.

Pengekangan terhadap kebebasan berkumpul dan berpendapat juga terjadi di Bali dan daerah lain di Indonesia. Di Bali, Gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa mengalami perusakan baliho yang dilakukan oleh aparat negara khususnya pada saat kedatangan Presiden ke Bali serta pelarangan menggunakan atribut Bali Tolak Reklamasi.

 Berdasarkan hal tersebut di atas kami menyampaikan sikap sebagai berikut:

1.      Mengecam tindakan aparat yang membubarkan Seminar Pelurusan Sejarah 65 dan penyerangan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok anti demokrasi di Gedung YLBHI-LBH Jakarta serta menuntut negara mengungkap dalang dibalik penyerangan;

2.     Menuntut Presiden Joko Widodo dan pemerintahannya konsisten dengan rekomendasi KOMNAS HAM untuk menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu, termasuk pelurusan sejarah bagi korban pelanggaran HAM 65/66;

3.     Menuntut  negara menghormati, melindungi dan memenuhi nilai-nilai HAM dan prinsip-prinsip demokrasi;

4.     Mengecam tindakan aparat negara yang melakukan pengekangan terhadap gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa.

 

Dengan demikian, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada untuk bersama-sama menjaga dan mengawal demokrasi termasuk kebebasan dalam berekspresi dengan menolak tindakan kekerasan baik yang disebabkan oleh perbedaan pandangan maupun perbedaan lainnya.

 

            Demikian pernyataan ini kami sampaikan.

 

Kantor YLBHI-LBH Bali, Selasa, 19 September 2017

Hormat Kami,

 

Solidaritas Masyarakat Bali Kawal Demokrasi

 

 

 

 

Lembaga:

1.       YLBHI-LBH Bali

2.      For BALI

3.      WALHI Bali

4.      Bintang Gana

5.      Lembaga Advokasi Bantuan Hukum Indonesia (LABHI)

6.      LBH Bali Women Crisis Centre (WCC)

7.      LBH Panarajon

8.      Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI)

9.      Forum Serikat Pekerja Mandiri (F-SPM)

10.   Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)

11.    Lentera Anak Bali (LAB)

12.   LBH APIK

13.   Yayasan Gaya Dewata

14.   Yayasan Manikaya Kauci

15.   Indonesia Police Watch (IPW)

16.   Jaringan Informasi Kerja Alternatif (JIKA)

17.   Taman 65

18.   Taman Baca Kesiman

19.  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar

20  Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Bali

 

 

Individu:

1.       Gede Widiatmika, S.H.

2.      Agung Dwi Astika, S.H.

3.      Ni Luh Gede Yastini, S.H.

4.      Made Pradnya Karyawan

5.      Nengah Jimat, S.H.

6.      Cicilia I Gusti Ayu Raniti, S.H.

7.      Made Bandem Dananjaya, S.H.

8.      Agung Alit

9.      Komang Adiartha

10.   Valerian Libert Wangge, S.H.

11.    Rai Astrawan

12.   Putu Yoko Sunarmayasa

13.   Rofiqi Hasan

14.    I Wayan Gendo Suardana, S.H.

 

 

 

Narahubung:

Dewa Adnyana, S.H. (081 338 440 652)

I Nyoman Mardika, S.S. (081 239627 71)


Oleh : lbhbali | 20 September 2017 | Dibaca : 110 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :