LBH Bali Terkini

Oleh : lbhbali | 13 Agustus 2018 | Dibaca : 774 Pengunjung

SELEKSI PESERTA KARYA LATIHAN BANTUAN HUKUM VI SEGERA DIBUKA

Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU) diharapk

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 12 Agustus 2018 | Dibaca : 244 Pengunjung

DARI RANGKAIAN KONFERENSI INTERNASIONAL: THE WEST ZONE OF PEACE

Denpasar, 2-5 Agustus 2018 lalu, Confederation

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 09 Juni 2018 | Dibaca : 466 Pengunjung

PROBLEMATIKA PENEGAKAN HUKUM PENJUALAN SATWA LANGKA DI INDONESIA

Oleh: Gina Sabrina, S.H Asisten Pengacara P

Baca Detail

 


View All
Agenda Kegiatan

Oleh : lbhbali | 11 April 2018 | Dibaca : 255 Pengunjung

KAWAL BERSAMA: SIDANG GUGATAN IZIN LINGKUNGAN PLTU BATUBARA CELUKAN BAWANG 2X330 MW, 12 APRIL 2018

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 13 Oktober 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

REVISI UU KPK : AMBAK TUNTUT SIKAP JOKOWI

Aliansi Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMBAK) akan

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

TROTOAR MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS-PEJALAN KAKI

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 oran

Baca Detail

 


View All
KALABAHU 2016
Baca Pers Release

HENTIKAN INTIMIDASI KEPADA KORBAN DAN KELUARGA KORBAN PEDOFILIA

Oleh : lbhbali | 11 September 2017 | Dibaca : 198 Pengunjung

PERNYATAAN SIKAP YLBHI-LBH BALI

No. 001/PS-RILIS/IX/2017

 

Bermula dari pengaduan salah satu pengurus yayasan ke YLBHI-LBH Bali pada 20 Februari 2017 mengenai dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak (pedofilia) yang dilakukan oleh mantan Ketua Yayasan kepada beberapa anak asuhnya sejak tahun 2007 hingga 2016. Menindaklanjuti pengaduan tersebut, YLBHI-LBH Bali melakukan investigasi atas pengaduan tersebut. Dari hasil investigasi yang dilakukan diperoleh pengakuan dari 1 anak dan 2 dewasa yang telah menjadi korban serta 1 anak yang hampir menjadi korban. Pelaku telah melakukan kejahatannya di 4 kabupaten/kota yaitu Singaraja, Karangasem, Gianyar dan Denpasar. Modus yang dilakukan pelaku yakni pelaku mengincar anak asuhnya yang berusia 13-15 tahun dengan melakukan pengancaman kepada korban untuk meladeni hasrat pelaku, apabila korban tidak bersedia maka pelaku akan mengeluarkan korban dari anak asuh yayasan. Korban anak yang berasal dari keluarga tidak mampu terpaksa untuk memenuhi keinginan pelaku dikarenakan korban  ingin tetap menimba ilmu dan membanggakan orangtuanya. Setelah berkomunikasi dengan pihak Polda Bali dan pengurus Yayasan, sekitar bulan Agustus 2017 akhirnya pelaku NS (47) diamankan oleh Polda Bali. Pasca penetapan tersangka, baik korban dan keluarga korban mendapatkan intimidasi dari keluarga pelaku untuk tidak menceritakan kejadian sebenarnya kepada siapapun. Hal ini menambah sakit hati keluarga korban, yang belum bisa menerima perbuatan pelaku terhadap anak korban.

Perbuatan pelaku tidak hanya menimbulkan dampak fisik tetapi juga psikis terhadap korban dan keluarga korban, serta perbuatan pelaku diduga telah melanggar pasal 82 ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, terkait tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak serta jabatan pelaku sebagai ketua yayasan yang seharusnya mengayomi dan melindungi anak-anak justru melakukan perbuatan tidak manusiawi terhadap anak seharusnya diperberat 1/3 dari Pasal 82 ayat (1). Berdasarkan Pasal 82 ayat (2) Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tindak pidana perbuatan cabul yang dilakukan oleh Orangtua, Wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, sehingga pelaku dapat diancam dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Dalam hal ini kekerasan terhadap anak dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Salah satu bentuk kejahatan kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah kejahatan pedofilia. Pedofilia adalah manusia dewasa yang memiliki perilaku seksual menyimpang dengan anak-anak. Seorang pedofilis, umumnya melakukan tindakannya, hanya karena dimotivasi keinginannya memuaskan fantasi seksualnya. Bahwa masalah kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk kejahatan yang melecehkan dan menodai harkat kemanusiaan serta patut dikategorikan sebagi jenis kejahatan melawan manusia (crime against humanity). Pedofilia harus diwaspadai Karena secara fisik para pedofilis tidak ada bedanya dengan anggota masyarakat lain. Pedofilis bisa berbaur, bergaul, tanpa ada yang tahu pelaku adalah seorang pedofilis, sampai akhirnya masyarakat menegtahui ketika pedofilis memakan korban. Berdasarkan Pasal 20 Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, “Negara, Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Keluarga, dan Orang Tua atau Wali berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Perlindungan Anak”. Dengan bertitik tolak dari kasus ini serta Pulau Bali sebagai surga bagi pedofil, pedofilis tidak hanya berasal dari orang asing tetapi masyarakat Bali pun bisa menjadi pelaku pedofilis. Untuk melindungi anak-anak Bali dari kejahatan Pedofil sudah seharusnya Pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Bali mulai menyususn strategi khusus, sehingga penanganan kasus pedofil tidak hanya sebatas pemadam kebakaran saja, pemerintah provinsi baru bertindak ketika jatuhnya korban anak.

Berdasarkan surat kuasa pada tanggal 8 Agustus 2017, YLBHI-LBH Bali selaku Kuasa Hukum dari anak korban dan keluarga korban pelapor menyatakan:

1. Mengapresiasi dan mendorong Polda Bali untuk tetap mengatensi kasus ini, sehingga korban dapat memperoleh keadilan

2. Meminta para pihak agar menghentikan dan tidak melakukan intimidasi baik kepada korban, keluarga korban maupun saksi

3. Mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk serius melakukan pencegahan, pengawasan dan perlindungan terhadap anak

 

Denpasar, 11 September 2017

Hormat Kami,

Tim Kuasa Hukum YLBHI – LBH Bali

 

 

 

Narahubung:  Ni Kadek Vany Primaliraning, S.H. (083 117 302 936)

Ni Putu Candra Dewi, S.H. (085 792 374 635)

Dewa Putu Adnyana, S.H. (081 338 440 652)

 

                                                                                                           


Oleh : lbhbali | 11 September 2017 | Dibaca : 198 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :