LBH Bali Terkini

Oleh : lbhbali | 11 April 2018 | Dibaca : 53 Pengunjung

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PEMBAYARAN UPAH DI BAWAH UPAH MINIMUM

Oleh: Agus K. Pradnyana Rendra Asisten Peng

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 19 Januari 2018 | Dibaca : 438 Pengunjung

PLTU: ENERGI KOTOR YANG DIHASILKAN PRODUKSI LISTRIK BATUBARA (HULU DAN HILIR)

Oleh: Khairullah Thofu Pengabdi Bantuan Huk

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 23 Desember 2017 | Dibaca : 664 Pengunjung

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI Gelombang

Baca Detail

 


View All
Agenda Kegiatan

Oleh : lbhbali | 11 April 2018 | Dibaca : 24 Pengunjung

KAWAL BERSAMA: SIDANG GUGATAN IZIN LINGKUNGAN PLTU BATUBARA CELUKAN BAWANG 2X330 MW, 12 APRIL 2018

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 13 Oktober 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

REVISI UU KPK : AMBAK TUNTUT SIKAP JOKOWI

Aliansi Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMBAK) akan

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

TROTOAR MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS-PEJALAN KAKI

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 oran

Baca Detail

 


View All
KALABAHU 2016
Baca Pers Release

LBH Bali Siap Menerima Pengaduan THR (Tunjangan Hari Raya) Keagamaan

Oleh : lbhbali | 15 Juni 2017 | Dibaca : 137 Pengunjung

Beberapa hari lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Keagamaan tidak bisa dipisahkan dengan isu utama klas buruh di Indonesia dan Bali pada Khususnya, yakni Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan  telah diatur dalam Peraturan Mentri Ketenagakerjaan (PERMENAKER ) No. 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan yaitu dalam Pasal 5 ayat (4) disebutkan bahwa “ THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib dibayarkan oleh pengusaha paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan “. Ketentuan ini berlaku untuk semua agama yang ada di Indonesia.  Hari Raya Idul Fitri bagi buruh yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi buruh yang beragama Kristen Katholik dan Kristen Protestan, Hari Raya Nyepi bagi buruh yang beragama Hindu, Hari Raya Waisak bagi buruh yang beragama Budha, dan Hari Raya Imlek bagi buruh yang beragama Konghuchu.

Meskipun sudah diatur, akan tetepi kenyataannya tidaklah sesuai dengan ketentuan diatas. Berdasarkan aduan yang kami terima, masih cukup banyak kawan-kawan buruh yang mengeluhkan terkait THR ke LBH Bali. Masalah yang mereka adukan yaitu tentang THR yang diberikan dibawah Upah yang seharusnya mereka terima, pemberian THR yang tidak tepat waktu atau tidak sesuai dengan Hari Raya Keagamaannya.

Lemahnya pengawasan Pemerintah menjadi faktor dominan kenapa masih banyak perusahaan yang melanggar peraturan dalam hal ini pemberian THR, dan kita jarang, bahkan hampir tidak pernah mendengar tindakan tegas yang diambil oleh pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran terkait hak-hak normative buruh.

Dengan banyaknya Pelanggaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan, kami Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali membuka Posko Pengaduan Pelanggaran Tunjangan hari Raya (THR) Keagamaan yang bertempat di Jl. Plawa No. 57 Denpasar (kantor LBH Bali), 0361-223010. Bagi kawan-kawan buruh yang mengalami masalah dengan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bisa melaporkan ke Dinas tenaga kerja Provinsi/ Kabupaten/ Kota, atau ke kantor YLBHI_LBH Bali.Beberapa hari lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Keagamaan tidak bisa dipisahkan dengan isu utama klas buruh di Indonesia dan Bali pada Khususnya, yakni Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan  telah diatur dalam Peraturan Mentri Ketenagakerjaan (PERMENAKER ) No. 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan yaitu dalam Pasal 5 ayat (4) disebutkan bahwa “ THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib dibayarkan oleh pengusaha paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan “. Ketentuan ini berlaku untuk semua agama yang ada di Indonesia.  Hari Raya Idul Fitri bagi buruh yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi buruh yang beragama Kristen Katholik dan Kristen Protestan, Hari Raya Nyepi bagi buruh yang beragama Hindu, Hari Raya Waisak bagi buruh yang beragama Budha, dan Hari Raya Imlek bagi buruh yang beragama Konghuchu ujar Haerul Umam Kepala Divisi Perburuhan

Meskipun sudah diatur, akan tetepi kenyataannya tidaklah sesuai dengan ketentuan diatas. Berdasarkan aduan yang kami terima, masih cukup banyak kawan-kawan buruh yang mengeluhkan terkait THR ke LBH Bali. Masalah yang mereka adukan yaitu tentang THR yang diberikan dibawah Upah yang seharusnya mereka terima, pemberian THR yang tidak tepat waktu atau tidak sesuai dengan Hari Raya Keagamaannya.

Lemahnya pengawasan Pemerintah menjadi faktor dominan kenapa masih banyak perusahaan yang melanggar peraturan dalam hal ini pemberian THR, dan kita jarang, bahkan hampir tidak pernah mendengar tindakan tegas yang diambil oleh pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran terkait hak-hak normative buruh, ujar Dewa Putu Adnyana, S.H. Direktur YLBHI LBH Bali

Dengan banyaknya Pelanggaran Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan, kami Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali membuka Posko Pengaduan Pelanggaran Tunjangan hari Raya (THR) Keagamaan yang bertempat di Jl. Plawa No. 57 Denpasar (kantor LBH Bali), 0361-223010. Bagi kawan-kawan buruh yang mengalami masalah dengan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bisa melaporkan ke Dinas tenaga kerja Provinsi/ Kabupaten/ Kota, atau ke kantor YLBHI_LBH Bali.


Oleh : lbhbali | 15 Juni 2017 | Dibaca : 137 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :