LBH Bali Terkini

Oleh : lbhbali | 11 April 2018 | Dibaca : 53 Pengunjung

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PEMBAYARAN UPAH DI BAWAH UPAH MINIMUM

Oleh: Agus K. Pradnyana Rendra Asisten Peng

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 19 Januari 2018 | Dibaca : 438 Pengunjung

PLTU: ENERGI KOTOR YANG DIHASILKAN PRODUKSI LISTRIK BATUBARA (HULU DAN HILIR)

Oleh: Khairullah Thofu Pengabdi Bantuan Huk

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 23 Desember 2017 | Dibaca : 664 Pengunjung

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI Gelombang

Baca Detail

 


View All
Agenda Kegiatan

Oleh : lbhbali | 11 April 2018 | Dibaca : 24 Pengunjung

KAWAL BERSAMA: SIDANG GUGATAN IZIN LINGKUNGAN PLTU BATUBARA CELUKAN BAWANG 2X330 MW, 12 APRIL 2018

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 13 Oktober 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

REVISI UU KPK : AMBAK TUNTUT SIKAP JOKOWI

Aliansi Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMBAK) akan

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

TROTOAR MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS-PEJALAN KAKI

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 oran

Baca Detail

 


View All
KALABAHU 2016
Baca Berita

Kampanye Anti Kekerasan oleh LBH Bali Lewat Enam Belas Film Festival

Oleh : lbhbali | 13 Desember 2017 | Dibaca : 164 Pengunjung

Enam Belas Film Festival Bali yang diselenggarakan oleh YLBHI-LBH Bali bekerjasama dengan Enam Belas Film Festival telah diselenggarakan selama satu minggu di Denpasar dan Badung. Festival ini dibuka pada Sabtu, 2 Desember 2017 lalu oleh Direktur YLBHI-LBH Bali, Dewa Putu Adnyana, S.H., bertempat di Uma Seminyak, Jalan Kayu Cendana Nomor. 1, Oberoi.

Acara dilanjutkan dengan talkshow bersama Ni Kadek Vany Primaliraning, S.H, Pengacara Publik dari YLBHI-LBH Bali serta dr. Oka Negara seorang Dokter sekaligus Seksolog. Talkshow ini sendiri berbicara mengenai pentingnya mendorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia. Selain talkshow acara pembukaan minggu lalu juga diisi oleh hiburan akustik oleh Nindya Nabillah, open mic yang membuka kesempatan bagi siapapun untuk tampil baik itu membaca puisi, bernyanyi, stand up comedy maupun berorasi. Ditutup dengan pemutaran dua film pendek berjudul Angka Jadi Suara karya Dian Septi serta Lanang karya Abe Kusuma.

Seluruh pemutaran Enam Belas Film Festival Bali terbuka untuk umum dan dibuka kesempatan berdonasi. Dimana hasil donasi akan digunakan untuk bantuan hukum bagi perempuan korban kekerasan yang akan disalurkan melalui YLBHI-LBH Bali. Pemutaran diadakan selama 5 hari, mulai Minggu, 3 Desember 2017 hingga Sabtu, 9 Desember 2017. dengan menggandeng beberapa venue partner mulai dari Cush Cush Gallery, Griya Musik Irama Indah, Taman Baca Kesiman, hingga Uma Seminyak. Deretan film yang diputar selama Festival adalah Tanah Mama, Kisah 3 Titik, Kebaya Pengantin, Pertanyaan Untuk Bapak, Ca Bau Kan, Madame X, On Friday Noon dengan jumlah penonton mencapai 200 orang.

Pada Minggu malam, 10 Desember 2017 dan bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional mengambil tempat Cush Cush Gallery, Jalan Teuku Umar Gang Rajawali No. 1 A, Denpasar telah digelar Malam Penutupan Enam Belas Film Festival Bali. Pada penutupan diputar film omnibus berjudul Perempuan Punya Cerita serta puncak acara yaitu produksi kedua belas oleh Teater Kalangan dengan judul Buah Tangan dari Utara.

Buah Tangan dari Utara sendiri bermula dari ketertarikan penggiat Teater Kalangan terhadap ide cerita yang diketengahkan YLBHI-LBH Bali. Ketertarikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan studi lapangan di Celukan Bawang bersama-sama YLBHI-LBH Bali. Ditemukan banyak kekerasan yang dapat direspon melalui penampilan teatrikal terutama mengenai perubahan sosial ekonomi yang saat ini tengah dihadapi masyarakat Celukan Bawang berkaitan dengan dibangunnya infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan Batubara.

  

“Bahwa dampak lingkungan di Celukan Bawang bukan hanya persoalan masyarakat di daerah itu saja melainkan berdampak bagi masyarakat di Pulau Bali. Karena hanya dengan satu pembangkit listrik yang sudah berdiri dapat menimbulkan dampak lingkungn ke warga Celukan Bawang seperti sekarang ini, apalagi kedepannya akan dilakukan pembangunan pembangkit listrik tahap kedua dan ketiga yang tentu akan menimbulkan dampak lebih besar dan luas baik dampak di udara, darat dan di laut. Termasuk juga dampak sosial dan ekonomi yang pasti akan pertama kali mempengaruhi kelompok rentan, baik itu perempuan, anak-anak, lansia hingga difabel,” tandas Samsul Arifin bagian Sumber Daya Alam, YLBHI-LBH Bali di sesi diskusi usai pementasan bersama Sutradara pementasan Buah Tangan dari Utara, Santiasa Putra. (CDM)

 

  

 

 Sesi diskusi usai pementasan bersama Sutradara Santiasa Putu Putra dan Samsul Arifien dari YLBHI-LBH Bali 


Oleh : lbhbali | 13 Desember 2017 | Dibaca : 164 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :