LBH Bali Terkini

Oleh : lbhbali | 19 Januari 2018 | Dibaca : 147 Pengunjung

PLTU: ENERGI KOTOR YANG DIHASILKAN PRODUKSI LISTRIK BATUBARA (HULU DAN HILIR)

Oleh: Khairullah Thofu Pengabdi Bantuan Huk

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 23 Desember 2017 | Dibaca : 427 Pengunjung

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI Gelombang

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 14 Desember 2017 | Dibaca : 107 Pengunjung

JEJAK ROSA PARKS, SANG PAHLAWAN HAK ASASI DI AMERIKA SERIKAT

Catatan Kursus Singkat di Amerika Serikat oleh

Baca Detail

 


View All
Agenda Kegiatan

Oleh : lbhbali | 13 Oktober 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

REVISI UU KPK : AMBAK TUNTUT SIKAP JOKOWI

Aliansi Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMBAK) akan

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

TROTOAR MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS-PEJALAN KAKI

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 oran

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 06 April 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

UPAH MURAH UNTUK BURUH ?

Bali tidak hanya menarik perhatian para wisataw

Baca Detail

 


View All
KALABAHU 2016
Baca Artikel

Buruh Tuntut Gubernur Revisi UMP 2015

Oleh : lbhbali | 18 November 2014 | Dibaca : 916 Pengunjung

DENPASAR, BALIPOST.com-Puluhan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh Bali Bersatu kembali mendatangi DPRD Bali, Senin (17/11/2014) di saat berlangsungnya rapat gabungan antara eksekutif dengan legislatif. Mereka berharap bisa bertemu langsung dengan Gubernur Bali untuk mendesak Gubernur segera merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 58 tahun 2014 tentang upah minimum provinsi (UMP) Bali yang akan diberlakukan pada 2015 mendatang.

Mereka juga mendesak DPRD Bali memperjuangkam aspirasi kaum buruh ini dan mengeluarkan rekomendasi kepada gubernur untuk merevisi UMP ini. Setelah puluhan buruh ini menunggu hampir lima jam, akhirnya Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Komisi IV Gde Kusuma Putra dan Kadisnaker Provinsi Bali AA Ngurah Bagus Sudarsana menemui mereka dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat anggaran.

Adi Wiryatama berjanji memperjuangkan dan menyampaikan aspirasinya para buruh ini ke gubernur. Bahkan pihaknya berjanji akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk segera disampaikan ke gubernur. “Kami akan perjuangkan aspirasi para buruh ini. Kami akan segera keluarkan rekomendasi agar besarnya UMP Bali 2015 segera direvisi oleh Gubernur,” Adi Wiryatama dan langsung disambut tepuk tangan riuh puluhan buruh. Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Serikat Pekerja Mandiri (SPM) Bali Dewa Rai menyampaikan, buruh tidak meminta kenaikan UMP sampai Rp 5 juta seperti yang disampaikan Gubernur di sejumlah media.

Pihaknya sangat menyanyangkan Gubernur Bali tidak memiliki keberanian seperti Gubernur Jakarta saat Jokowi memutuskan UMP di DKI Jakarta sampai Rp 2 juta. Gubernur Bali Mangku Pastika tidak berani mengambil keputusan melainkan menerima begitu saja apa yang sudah menjadi keputusan Dewan Pengupahan. SPM juga menyayangkan pihak pemerintah yang dalam hal ikut memutuskan UMP tersebut sama sekali tidak ada keberpihakannya pada buruh.

Terbukti penentuan UMP Bali 2015 diputuskan lewat votting hasilnya lima suara memilih angka Rp 1,7 juta lebih dan yang memilih Rp 1.621.172 sebanyak enam suara. Akhirnya angka itu yang ditetapkan menjadi UMP Bali 2015. Meskipun dari penetapan UMP tersebut sudah disetujui akan tetapi dari kaum buruh tetap melakukan perlawanan dan tetap mendesak pemerintah untuk melakukan revisi. Buruh tetap menuntut janji dewan dan bisa mendesak gubernur untuk melakukan revisi terhadap UMP Bali. “Kami minta supaya Pergub 58 tahun 2014 segera dicabut karena tidak berpihak pada buruh,” tandasnya.(widana/balipost)

 

sumber berit : http://balipost.com/read/headline/2014/11/17/25396/buruh-tuntut-gubernur-revisi-ump-2015.html tanggal 17 NOvember 2014

sumber foto : http://bisnis.liputan6.com


Oleh : lbhbali | 18 November 2014 | Dibaca : 916 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :