LBH Bali Terkini

Oleh : lbhbali | 13 Agustus 2018 | Dibaca : 774 Pengunjung

SELEKSI PESERTA KARYA LATIHAN BANTUAN HUKUM VI SEGERA DIBUKA

Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU) diharapk

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 12 Agustus 2018 | Dibaca : 244 Pengunjung

DARI RANGKAIAN KONFERENSI INTERNASIONAL: THE WEST ZONE OF PEACE

Denpasar, 2-5 Agustus 2018 lalu, Confederation

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 09 Juni 2018 | Dibaca : 466 Pengunjung

PROBLEMATIKA PENEGAKAN HUKUM PENJUALAN SATWA LANGKA DI INDONESIA

Oleh: Gina Sabrina, S.H Asisten Pengacara P

Baca Detail

 


View All
Agenda Kegiatan

Oleh : lbhbali | 11 April 2018 | Dibaca : 255 Pengunjung

KAWAL BERSAMA: SIDANG GUGATAN IZIN LINGKUNGAN PLTU BATUBARA CELUKAN BAWANG 2X330 MW, 12 APRIL 2018

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 13 Oktober 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

REVISI UU KPK : AMBAK TUNTUT SIKAP JOKOWI

Aliansi Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMBAK) akan

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

TROTOAR MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS-PEJALAN KAKI

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 oran

Baca Detail

 


View All
KALABAHU 2016
Baca Agenda

Trotoar menjadi tidak Nyaman Bagi Penyandang Disabilitas-Pejalan Kaki

Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 orang penyandang disabilitas yang masing-masing berasal dari Pertuni DPC Denpasar maupun  DPD Pertuni Bali dan anggota massage keliling Bali dengan profesi beragam. diskusi ini mendorong penyandang disabilitas sebagai Paralegal, Kedepan paralegal ini akan melakukan identifikasi, investigasi terhadap permasalahan disabilitas (tidak hanya tuna netra maupun tuna lainnya). Namun karena yang paling dekat adalah DPO PERTUNI maka yang pertama akan dibentuk paralegal dari kaum disabilitas tuna netra. dalam diskusi juga dibahas mengenai fasilitas trotoar  (kota denpasar) untuk pengguna disabilitas khusunya tuna netra. sesuai dengan pengalaman, tuna netra sering mengalami kejadian yang menyebabkan luka-luka oleh karena kerusakan fasilitas trotoar. Mengenai permasalahan lampu merah terutama tentang fasilitas untuk kaum disabilitas terkesan main-main dan tidak semua lampu merah tidak mengakomodir kebutuhan kaum disabilitas. Seharusnya diteruskan kepada kalangan pemerintah sehingga tidak dapat membuat kaum disabilittas nyaman melewati kawasan tersebut, yang menjadi halangaan adalah sepeda motor maupun mobil yang parkir kendaraan di trotoar sehingga kaum disabilitas terganggu saat menggunakan istilah tersebut. untuk menindaklanjuti keluhan mendasar penyandang disabilitas khususnya tuna netra maka akan di diskusikan pada diskusi selanjutnya


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung


Agenda Lainnya :

Lihat Arsip agenda Lainnya :