LBH Bali Terkini

Oleh : lbhbali | 19 Januari 2018 | Dibaca : 147 Pengunjung

PLTU: ENERGI KOTOR YANG DIHASILKAN PRODUKSI LISTRIK BATUBARA (HULU DAN HILIR)

Oleh: Khairullah Thofu Pengabdi Bantuan Huk

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 23 Desember 2017 | Dibaca : 427 Pengunjung

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI

REKRUTMEN TERBUKA YLBHI-LBH BALI Gelombang

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 14 Desember 2017 | Dibaca : 107 Pengunjung

JEJAK ROSA PARKS, SANG PAHLAWAN HAK ASASI DI AMERIKA SERIKAT

Catatan Kursus Singkat di Amerika Serikat oleh

Baca Detail

 


View All
Agenda Kegiatan

Oleh : lbhbali | 13 Oktober 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

REVISI UU KPK : AMBAK TUNTUT SIKAP JOKOWI

Aliansi Masyarakat Bali Anti Korupsi (AMBAK) akan

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

TROTOAR MENJADI TIDAK NYAMAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS-PEJALAN KAKI

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 oran

Baca Detail

 


Oleh : lbhbali | 06 April 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

UPAH MURAH UNTUK BURUH ?

Bali tidak hanya menarik perhatian para wisataw

Baca Detail

 


View All
KALABAHU 2016
Baca Agenda

Trotoar menjadi tidak Nyaman Bagi Penyandang Disabilitas-Pejalan Kaki

Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung

Bertempat di LBH Bali, LBH Bali bersama 22 orang penyandang disabilitas yang masing-masing berasal dari Pertuni DPC Denpasar maupun  DPD Pertuni Bali dan anggota massage keliling Bali dengan profesi beragam. diskusi ini mendorong penyandang disabilitas sebagai Paralegal, Kedepan paralegal ini akan melakukan identifikasi, investigasi terhadap permasalahan disabilitas (tidak hanya tuna netra maupun tuna lainnya). Namun karena yang paling dekat adalah DPO PERTUNI maka yang pertama akan dibentuk paralegal dari kaum disabilitas tuna netra. dalam diskusi juga dibahas mengenai fasilitas trotoar  (kota denpasar) untuk pengguna disabilitas khusunya tuna netra. sesuai dengan pengalaman, tuna netra sering mengalami kejadian yang menyebabkan luka-luka oleh karena kerusakan fasilitas trotoar. Mengenai permasalahan lampu merah terutama tentang fasilitas untuk kaum disabilitas terkesan main-main dan tidak semua lampu merah tidak mengakomodir kebutuhan kaum disabilitas. Seharusnya diteruskan kepada kalangan pemerintah sehingga tidak dapat membuat kaum disabilittas nyaman melewati kawasan tersebut, yang menjadi halangaan adalah sepeda motor maupun mobil yang parkir kendaraan di trotoar sehingga kaum disabilitas terganggu saat menggunakan istilah tersebut. untuk menindaklanjuti keluhan mendasar penyandang disabilitas khususnya tuna netra maka akan di diskusikan pada diskusi selanjutnya


Oleh : lbhbali | 27 Mei 2015 | Dibaca : 255 Pengunjung


Agenda Lainnya :

Lihat Arsip agenda Lainnya :