Dari Rangkaian Konferensi Internasional: The West Zone of Peace

  • 12 Agustus 2018
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1199 Pengunjung

Denpasar, 2-5 Agustus 2018 lalu, Confederation of Lawyers of Asia and the Pacific (COLAP) menggandeng Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati, COLAP, Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP), INDIES, Sarekat Hijau Indonesia serta YLBHI – LBH Bali dan FMN menyelenggarakan konferensi internasional dengan berbagai rangkaian acara.  Memilih tema “The West Zone of Peace” COLAP fokus pada 3 (tiga) isu penting yaitu kehadiran militer AS serta implikasinya bagi hak atas perdamaian, kedaulatan nasional dan keamanan wawasan, konflik laut Cina selatan dan laut cina timur serta reunifikasi Korea dan kekuatan yang mengintervensi. Acara ini terdiri dari 4 (tiga) rangkaian yatu:

  1. Seminar Internasional Mahasiswa Hukum Indonesia
  2. Konferensi Nasional SPHP
  3. Konferensi Internasional tentang Zona Perdamaian Barat
  4. Rapat Komite Eksekutif COLAP

 

Para pembicara dan penyaji yang hadir dalam acara ini berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Perancis, Bangladesh, Pakistan, India, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Filipina, Nepal dan Italia. Delegasi dari seluruh Indonesia juga tidak luput meramaikan konferensi tersebut.  Para penyaji yang semuanya berprofesi sebagai pengacara rakyat menyampaikan bagaimana perdamaian, keadilan dan kesejahteraan yang menjadi hak bagi setiap rakyat di seluruh dunia masih jauh dalam hal implementasinya.

Negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat dan China masih gencar dalam melakukan perang baik agresi maupun perang proksi dan intervensi kebijakan militer dan keamanan di Asia Pasifik dan seluruh dunia. Melalui kedok bantuan militer, penanganan konflik serta bencana, negara-negara pemodal masuk dengan jalur perjanjian kerjasama pertahanan, kerjasama pelatihan bersama dan cara-cara lainnya. Hal ini tidak lain dilakukan untuk mempermudah melakukan ekspor senjata dan deplot militer serta pembangunan pangkalan dan pengamanan perbatasan. Muara dari intervensi ini tidak lain untuk pengamanan kepentingan atas penguasaan sumber daya alam demi terjaminnya laut atas rute perdagangan dari Samudera Hindia ke Pasifik.

Salah satu hal yang menarik dalam konferensi ini adalah bertemunya para delegasi Korea Utara dan Korea Selatan. Dalam presentasinya mereka menyampaikan bagaimana intervensi Amerika Serikat atas konflik-konflik di semenanjung Korea. Mereka juga memimpikan terjadinya reunifikasi antar negara tersebut. Di akhir konferensi, para delegasi dan peserta merumuskan deklarasi Bali Declaration of West Zone of Peace yang dirumuskan dan disepakati oleh seluruh peserta. (GS/Foto: Dokumen Panitia)


  • 12 Agustus 2018
  • Oleh: lbhbali
  • Dibaca: 1199 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya